Pintu

Bagaimana sesuatu dapat melekat selama itu dalam pikiranmu?

Aku diam di depan pintu itu. Tak berani mengetuk, tak berani memanggil. Meskipun loncengnya hanya beberapa inci dari jari-jariku. Kutunggu dia keluar.

Sambil menunggu, pandanganku berlayar ke sekeliling halaman. Indah. Bunga-bunga api, bara-bara cinta. Senyum mulai terukir di bibirku.

“Pahit.” batinku. Kutatap pintu itu untuk yang terakhir kalinya, dan kukubur bunga-bunga itu selama-lamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s